BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Mahasiswa
merupakan seorang terpelajar yang dituntut bertanggung jawab dan berpikir kritis terhadap apa yang terjadi
disekitarnya. Pada zaman modern ini, semakin canggih teknologi diiringi semakin
kompleks pula masalah yang terjadi di lingkungan sekitar. Jika ditinjau dari
beberapa aspek, salah satunya aspek sosial merupakan aspek yang banyak
menimbulkan masalah, dimulai dari kesenjangan sosial, pergaulan bebas di
kalangan remaja, rendahnya kepekaan anak muda terhadap lingkungan sekitar. Dari
beberapa masalah tersebut, mahasiswa harusnya juga ikut berperan dalam
memberikan solusi sebagai pengaplikasian fungsi mahasiswa yaitu pengabdian
masyarakat. Banyak cara dan metode dalam memecahkan masalah-masalah diatas
serta memberikan solusinya. Salah satunya menggunakan metode mind map. Mind map
membantu mahasiswa dalam membayangkan dan menguraikan suatu permasalahan yang
kompeks, dengan meninjau dari penyebab masalah, faktor-faktor masalah, solusi
terhadap masalah, dan sebagainya. Penggunaan mind map dapat menguraikan masalah
secara sistematis dari inti permasalahan ke subtopik dan seterusnya hingga ke
hal yang sangat detail. Metode mind map juga dapat digunakan mahasiswa dalam
belajar. Dimana manfaatnya dapat membantu mahasiswa lebih memahami pelajaran,
dapat memudahkan mahasiswa mengingat informasi, dan memecahkan masalah yang
terdapat dalam pelajaran tersebut. Untuk itu, penerapan mind map bagi mahasiswa
diharapkan mampu memecahkan
masalah yang terjadi baik yang
berasal dari diri mahasiswa sendiri maupun yang berasal dari lingkungan sekitar
mahasiswa tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Isi
Dengan
kondisi kehidupan mahasiswa pada zaman sekarang, masalah-masalah yang dihadapi
begitu kompleks diiringi dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks pula. Mahasiswa
dituntut tidak hanya dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya, namun juga
mampu menemukan masalah yang terdapat di lingkungan sekitarnya. Kepekaan dari
mahasiswa merupakan hal penting dalam menemukan masalah di sekitarnya. Setelah
mahasiswa memiliki kepekaan terhadap lingkungan, maka diperlukan inisiatif
untuk merealisasikan kepekaan tersebut agar kepekaan itu tidak hanya sebatas
pemikiran saja.
Agar pemikiran-pemikiran
mahasiswa terhadap apa yang dihadapinya tersusun dengan rapi, maka diperlukan
suatu metode. Salah satunya adalah metode “Mind Map”, Pemetaan Pikiran adalah
yaitu suatu metode untuk memaksimalkan potensi pikiran manusia dengan
menggunakan otak kanan dan otak kirinya secara simultan. Metode ini
diperkenalkan oleh Tony Buzan pada tahun 1974, seorang ahli pengembangan
potensi manusia dari Inggris (Wikipedia,2016).
Upaya Tony Buzan sebenarnya
muncul dari pengamatannya dalam bidang perkembangan teknologi komputer pada
tahun 1971. Tony Buzan berpikir, “kenapa komputer perlu manual pemakaian ribuan
lembar untuk dapat beroperasi?” tetapi “Kenapa manusia sebagai makhluk berpikir
bisa jauh lebih hebat. Tanpa manual manusia bisa melakukan rekayasa dan
tindakan yang dahsyat, misalnya mengubah dunia?”. Perbedaan kemampuan antara
komputer dan manusia itu Tony Buzan kemudian mengeksplorasi daya pikir manusia
dengan merekayasa model pengembangan potensi manusia yang disebutnya Pemetaan
Pikiran(Wikipedia,2016).
Kemampuan membuat peta pikiran
tidak sama untuk semua orang, tergantung berapa seringkah seorang menggunakan
peta pikiran. Orang yang pertama kali menggunakan peta pikiran, baru terpapar
belum pernah melakukan sebelumnya, orang ini disebut novice (baru). Pada tingkatan
ini butuh pelatihan dan membaca buku mengenai peta pikiran. Moderate adalah
tingkatan kedua, pada tingkat ini seorang masih membutuhkan latihan untuk
menjadi mahir atau terampil. Kemudian tingkatan ketiga adalah advance, disini
seseorang sudah menguasai baik teori dan cara membuat peta pikiran (Buzan &
Buzan, 1993).
Mahasiswa zaman sekarang
menghadapi 2 masalah berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu masalah
mahasiswa dikehidupan kampus dan masalah mahasiswa dikehidupan masyarakat. Masalah
mahasiswa dikehidupan kampus meliputi bagaimana mahasiswa mengikuti
pembelajaran di kelas, bagaimana mahasiswa ikut berkontribusi terhadap kampus,
dan masalah lainnya. Sedangkan masalah mahasiswa dikehidupan masyarakat cukup
kompleks, seperti bagaimana kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat yang
berada di sekitar kampus, bagaimana mahasiswa menemukan masalah di masyarakat yang
menjadi hambatan bagi perkembangan kehidupan bermasyarakat, dan masalah
lainnya. Berdasarkan rincian permasalahan tersebut, sebenarnya mahasiswa
mempunyai masalah yang kompleks.
Dengan metode mind map,
mahasiswa dapat menguraikan masalah di kehidupan kampus. Peta pikiran dalam
bidang pendidikan digunakan sebagai alat yang membantu mahasiswa menentukan
konsep-konsep penting. Peta pikiran merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan keefektifan proses pembelajaran selain membuat variasi aktivitas
kelas. Menurut peta pikiran juga bermanfaat untuk membuat literatur reviu yang
dapat mengidentifikasi keseluruhan isi literatur, membaca keseluruhan materi
yang ada, menuliskan semua ide-ide dan menambahkan kalimat, menghubungkan
antara berbagai ide dan mengorganisasikan konsep dari literatur. Dalam
penelitian untuk membuat perencanaan penelitian, penyusunan proposal,
metodologi dan analisis hasil penelitian dapat menggunakan peta pikiran (Reid,
2006).
Selain
dapat menguraikan masalah di kehidupan kampus, mind map juga dapat membantu
mahasiswa menguraikan masalah yang terjadi dikehidupan masyarakat. Contohnya,
jika mengambil masalah kehidupan masyarakat di sekitar kampus ITK yaitu
kesenjangan antara masyarakat di sekitar kampus itk dengan masyarakat yang
tinggal di daerah kota. Dapat diambil subtopik dari permasalahan tersebut,
yaitu aspek ekonomi, aspek sosial, aspek pendidikan. Dalam subtopik tersebut
dapat kerucutkan lagi seperti faktor apa yang menjadikan ekonomi di daerah
kampus ITK berbeda dengan di daerah perkotaan. Kemudian dapat dikerucutkan lagi
hingga ke detail. Sehingga ditemukan solusinya terhadap permasalahan tersebut.
Dengan
metode mind map, mahasiswa dapat menemukan solusi terhadap masalah yang
dihadapi dengan solusi yang sistematis. Sehingga dalam pengaplikasiannya,
mahasiswa mampu menyelesaikan masalah yang ada dilapangan dengan solusi yang
sudah tersusun dengan rapi. Dengan itu, kecil kemungkinan kesalahan-kesalahan
yang terjadi saat melakukan solusi tersebut, karena semua sudah tersusun rapi
di mind map yang sudah dibuat.
Berikut
ini kelebihan dan kelemahan dari metode mind mapping,
Adapun kelemahan-kelemahan pembelajaran mind map ini
adalah;
·
Waktu
terbuang untuk menulis kata-kata yang tidak memiliki hubungan dengan ingatan.
·
Waktu
terbuang untuk membaca kembali kata-kata yang tidak perlu.
·
Waktu
terbuang untuk cari kata kunci pengingat.
·
Hubungan
kata kunci pengingat terputus oleh kata-kata yang memisahkan.
·
Kata
kunci pengingat terpisah oleh jarak.
Kelebihan-kelebihannya adalah sebagai berikut:
·
Mudah
melihat gambaran keseluruhan
·
Membantu
otak untuk: mengatur,mengingat,membandingkan dan membuat hubungan.
·
Memudahkan
penambahan informasi baru.
·
Pengkajian
ulang bisa lebih cepat.
·
Setiap
peta bersifat unik.
BAB III
PENUTUP
Dengan
metode mapping, diharapkan mahasiswa mampu memiliki inisiatif terhadap
permasalah baik yang berasal dari dirinya maupun permasalahan yang terjadi di lingkungan
sekitarnya. Sehingga mahasiswa mampu berkontribusi terhadap perkembangan yang
terjadi di sekitarnya. Dengan mind map, mahasiswa juga bisa menemukan masalah
di sekitarnya, tidak hanya menyelesaikan masalah yang sudah ada. Maka dari
penemuan masalah tersebut, mahasiswa bisa berpikir kritis dan bertanggung jawab
terhadap dirinya sendiri dan juga orang-orang disekitarnya. Seiring pesatnya
berkembangnya zaman, metode mind map diharapkan menjadi kebutuhan mahasiswa
dalam memecahkan masalah, sehingga dalam pelaksanaannya semua solusi sudah
tersusun rapi dan sistematis dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Pembelajaran, Dunia.2014.Manfaat dan Kelebihan Mind Map
http://www.duniapembelajaran.com/2014/12/manfaat-dan-kelebihan-pembelajaran-mind.html
(25 November 2016)
Reid, G. (2006) Learning Style and Inclusion. London:
Paul Chapman
Wikipedia.2016.Pemetaan Pikiran
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemetaan_pikiran (25
November 2016)