Rabu, 30 November 2016

PENERAPAN MIND MAP BAGI MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH DI LINGKUNGAN SEKITARNYA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Mahasiswa merupakan seorang terpelajar yang dituntut bertanggung jawab dan  berpikir kritis terhadap apa yang terjadi disekitarnya. Pada zaman modern ini, semakin canggih teknologi diiringi semakin kompleks pula masalah yang terjadi di lingkungan sekitar. Jika ditinjau dari beberapa aspek, salah satunya aspek sosial merupakan aspek yang banyak menimbulkan masalah, dimulai dari kesenjangan sosial, pergaulan bebas di kalangan remaja, rendahnya kepekaan anak muda terhadap lingkungan sekitar. Dari beberapa masalah tersebut, mahasiswa harusnya juga ikut berperan dalam memberikan solusi sebagai pengaplikasian fungsi mahasiswa yaitu pengabdian masyarakat. Banyak cara dan metode dalam memecahkan masalah-masalah diatas serta memberikan solusinya. Salah satunya menggunakan metode mind map. Mind map membantu mahasiswa dalam membayangkan dan menguraikan suatu permasalahan yang kompeks, dengan meninjau dari penyebab masalah, faktor-faktor masalah, solusi terhadap masalah, dan sebagainya. Penggunaan mind map dapat menguraikan masalah secara sistematis dari inti permasalahan ke subtopik dan seterusnya hingga ke hal yang sangat detail. Metode mind map juga dapat digunakan mahasiswa dalam belajar. Dimana manfaatnya dapat membantu mahasiswa lebih memahami pelajaran, dapat memudahkan mahasiswa mengingat informasi, dan memecahkan masalah yang terdapat dalam pelajaran tersebut. Untuk itu, penerapan mind map bagi mahasiswa diharapkan mampu memecahkan masalah yang terjadi baik yang berasal dari diri mahasiswa sendiri maupun yang berasal dari lingkungan sekitar mahasiswa tersebut.









BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Isi
            Dengan kondisi kehidupan mahasiswa pada zaman sekarang, masalah-masalah yang dihadapi begitu kompleks diiringi dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks pula. Mahasiswa dituntut tidak hanya dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya, namun juga mampu menemukan masalah yang terdapat di lingkungan sekitarnya. Kepekaan dari mahasiswa merupakan hal penting dalam menemukan masalah di sekitarnya. Setelah mahasiswa memiliki kepekaan terhadap lingkungan, maka diperlukan inisiatif untuk merealisasikan kepekaan tersebut agar kepekaan itu tidak hanya sebatas pemikiran saja.
            Agar pemikiran-pemikiran mahasiswa terhadap apa yang dihadapinya tersusun dengan rapi, maka diperlukan suatu metode. Salah satunya adalah metode “Mind Map”, Pemetaan Pikiran adalah yaitu suatu metode untuk memaksimalkan potensi pikiran manusia dengan menggunakan otak kanan dan otak kirinya secara simultan. Metode ini diperkenalkan oleh Tony Buzan pada tahun 1974, seorang ahli pengembangan potensi manusia dari Inggris (Wikipedia,2016).
Upaya Tony Buzan sebenarnya muncul dari pengamatannya dalam bidang perkembangan teknologi komputer pada tahun 1971. Tony Buzan berpikir, “kenapa komputer perlu manual pemakaian ribuan lembar untuk dapat beroperasi?” tetapi “Kenapa manusia sebagai makhluk berpikir bisa jauh lebih hebat. Tanpa manual manusia bisa melakukan rekayasa dan tindakan yang dahsyat, misalnya mengubah dunia?”. Perbedaan kemampuan antara komputer dan manusia itu Tony Buzan kemudian mengeksplorasi daya pikir manusia dengan merekayasa model pengembangan potensi manusia yang disebutnya Pemetaan Pikiran(Wikipedia,2016).
Kemampuan membuat peta pikiran tidak sama untuk semua orang, tergantung berapa seringkah seorang menggunakan peta pikiran. Orang yang pertama kali menggunakan peta pikiran, baru terpapar belum pernah melakukan sebelumnya, orang ini disebut novice (baru). Pada tingkatan ini butuh pelatihan dan membaca buku mengenai peta pikiran. Moderate adalah tingkatan kedua, pada tingkat ini seorang masih membutuhkan latihan untuk menjadi mahir atau terampil. Kemudian tingkatan ketiga adalah advance, disini seseorang sudah menguasai baik teori dan cara membuat peta pikiran (Buzan & Buzan, 1993).
Mahasiswa zaman sekarang menghadapi 2 masalah berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu masalah mahasiswa dikehidupan kampus dan masalah mahasiswa dikehidupan masyarakat. Masalah mahasiswa dikehidupan kampus meliputi bagaimana mahasiswa mengikuti pembelajaran di kelas, bagaimana mahasiswa ikut berkontribusi terhadap kampus, dan masalah lainnya. Sedangkan masalah mahasiswa dikehidupan masyarakat cukup kompleks, seperti bagaimana kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat yang berada di sekitar kampus, bagaimana mahasiswa menemukan masalah di masyarakat yang menjadi hambatan bagi perkembangan kehidupan bermasyarakat, dan masalah lainnya. Berdasarkan rincian permasalahan tersebut, sebenarnya mahasiswa mempunyai masalah yang kompleks.
Dengan metode mind map, mahasiswa dapat menguraikan masalah di kehidupan kampus. Peta pikiran dalam bidang pendidikan digunakan sebagai alat yang membantu mahasiswa menentukan konsep-konsep penting. Peta pikiran merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keefektifan proses pembelajaran selain membuat variasi aktivitas kelas. Menurut peta pikiran juga bermanfaat untuk membuat literatur reviu yang dapat mengidentifikasi keseluruhan isi literatur, membaca keseluruhan materi yang ada, menuliskan semua ide-ide dan menambahkan kalimat, menghubungkan antara berbagai ide dan mengorganisasikan konsep dari literatur. Dalam penelitian untuk membuat perencanaan penelitian, penyusunan proposal, metodologi dan analisis hasil penelitian dapat menggunakan peta pikiran (Reid, 2006).
            Selain dapat menguraikan masalah di kehidupan kampus, mind map juga dapat membantu mahasiswa menguraikan masalah yang terjadi dikehidupan masyarakat. Contohnya, jika mengambil masalah kehidupan masyarakat di sekitar kampus ITK yaitu kesenjangan antara masyarakat di sekitar kampus itk dengan masyarakat yang tinggal di daerah kota. Dapat diambil subtopik dari permasalahan tersebut, yaitu aspek ekonomi, aspek sosial, aspek pendidikan. Dalam subtopik tersebut dapat kerucutkan lagi seperti faktor apa yang menjadikan ekonomi di daerah kampus ITK berbeda dengan di daerah perkotaan. Kemudian dapat dikerucutkan lagi hingga ke detail. Sehingga ditemukan solusinya terhadap permasalahan tersebut.
            Dengan metode mind map, mahasiswa dapat menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi dengan solusi yang sistematis. Sehingga dalam pengaplikasiannya, mahasiswa mampu menyelesaikan masalah yang ada dilapangan dengan solusi yang sudah tersusun dengan rapi. Dengan itu, kecil kemungkinan kesalahan-kesalahan yang terjadi saat melakukan solusi tersebut, karena semua sudah tersusun rapi di mind map yang sudah dibuat.
            Berikut ini kelebihan dan kelemahan dari metode mind mapping,
Adapun kelemahan-kelemahan pembelajaran mind map ini adalah;
·       Waktu terbuang untuk menulis kata-kata yang tidak memiliki hubungan dengan ingatan.
·       Waktu terbuang untuk membaca kembali kata-kata yang tidak perlu.
·       Waktu terbuang untuk cari kata kunci pengingat.
·       Hubungan kata kunci pengingat terputus oleh kata-kata yang memisahkan.
·       Kata kunci pengingat terpisah oleh jarak.
Kelebihan-kelebihannya adalah sebagai berikut:
·       Mudah melihat gambaran keseluruhan
·       Membantu otak untuk: mengatur,mengingat,membandingkan dan membuat hubungan.
·       Memudahkan penambahan informasi baru.
·       Pengkajian ulang bisa lebih cepat.
·       Setiap peta bersifat unik.




BAB III
PENUTUP

            Dengan metode mapping, diharapkan mahasiswa mampu memiliki inisiatif terhadap permasalah baik yang berasal dari dirinya maupun permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Sehingga mahasiswa mampu berkontribusi terhadap perkembangan yang terjadi di sekitarnya. Dengan mind map, mahasiswa juga bisa menemukan masalah di sekitarnya, tidak hanya menyelesaikan masalah yang sudah ada. Maka dari penemuan masalah tersebut, mahasiswa bisa berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan juga orang-orang disekitarnya. Seiring pesatnya berkembangnya zaman, metode mind map diharapkan menjadi kebutuhan mahasiswa dalam memecahkan masalah, sehingga dalam pelaksanaannya semua solusi sudah tersusun rapi dan sistematis dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal.




DAFTAR PUSTAKA
Pembelajaran, Dunia.2014.Manfaat dan Kelebihan Mind Map
http://www.duniapembelajaran.com/2014/12/manfaat-dan-kelebihan-pembelajaran-mind.html (25 November 2016)
Reid, G. (2006) Learning Style and Inclusion. London: Paul Chapman
Wikipedia.2016.Pemetaan Pikiran

https://id.wikipedia.org/wiki/Pemetaan_pikiran (25 November 2016)